Editan Lokomotif

Stasiun Tenjo - Lelah bekerja?  Bosan melihat livery lokomotif yang itu-itu saja? Mau bernostalgia ke zaman Perumka atau PJKA?
Kali ini blog kebanggaan warga Tenjo akan menyajikan gambar-gambar lokomotif yang diedit sebagus mungkin hingga mirip zaman Perumka dan PJKA dulu. Semua gambar adalah hasil editan dari admin blog ini. Tidak ada tujuan apapun selain untuk hiburan semata. Dilarang mengunggah ulang (re-upload) atau mengedit kembali gambar yang ada baik untuk tujuan komersial maupun tidak dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari kami. Selamat menikmati!

1. CC206 Batch II


Beberapa hari yang lalu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kedatangan beberapa unit lokomotif CC206 yang baru. Pengiriman lokomotif batch kedua ini memang tidak terlalu banyak dinantikan oleh sebagian besar railfans. Selain karena CC206 batch II tidak ada beda sama sekali dengan CC206 yang sudah lama melanglang buana di penjuru Jawa, lokomotif berkabin ganda ini juga sudah terlalu menjemukan karena jumlahnya yang banyak. Tapi syukur, ada sedikit kabar gembira kalau setidaknya 10 unit dari pengiriman batch II ini akan dialokasikan di Divre 3. Sehingga dapat dipastikan mereka akan berwarna merah!

Keunikan Jalur Serpong, Parungpanjang, Dan Maja Dibandingkan Jalur Lain

Ilustrasi. Gambar istimewa: Imanuel Sihite
Stasiun Tenjo - Pernahkah ketika naik kereta di Green Line anda berfikir bahwa jumlah perjalanan kereta di jalur tersebut lebih jarang bila dibandingkan jalur lainya seperti Bogor atau Tangerang? Sebagai contoh jika anda naik KRL tujuan Parungpanjang dari Tanahabang pada peak hour, anda hanya akan menjumpai tidak lebih dari 10 kereta yang berjalan untuk arah sebaliknya. Sementara jika anda naik KRL tujuan Bogor atau Bekasi, anda akan berpapasan dengan lebih dari 10 kereta untuk rentang jarak 30 kilometer saja. Kenapa demikian?

Semuanya itu masih berhubungan dengan sistem persinyalan di jalur Green Line yang masih memakai sistem petak jalan. Sistem ini membuat setiap kereta harus menunggu kereta di depanya masuk petak atau stasiun berikutnya. Sebagai contoh, di stasiun Serpong ada dua kereta arah Jakarta. Kereta pertama adalah KA Kalimaya, dan yang kedua Patas Merak. Jika misalnya Kalimaya berangkat terlebih dahulu menuju Jakarta, maka kereta Patas Merak harus menunggu Kalimaya masuk stasiun berikutnya yaitu Cisauk sebelum diberangkatkan. Hal yang sama berlaku untuk sepanjang jalur Tanahabang-Maja. Jadi jangan heran jika ada dua pemberangkatan KRL dari Tanahabang menuju arah Maja, selisih waktu berangkat keduanya cukup longgar. Berbeda jauh dengan lintas lainya seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang yang sudah memakai sistem blok. Sistem blok memungkinkan dalam satu petak jalan diisi dua atau lebih kereta. Jadi dalam petak antara dua stasiun bisa ada banyak kereta yang menuju arah sama.

Peresmian Stasiun Palmerah

 
Lokomotif pulang dipo melintas perlintasan jalan Pramuka, Jakarta Timur. Foto istimewa: Imanuel Sihite

Stasiun Tenjo - Menteri Perhubungan Ignasius Jhonan meresmikan Stasiun Palmerah dan Pengoperasian Jalur Ganda KA Lintas Duri-Tangerang. Sang Menteri Perhubungan dalam peresmian tersebut di Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin mengatakan, "Revitalisasi ini merupakan ide dari Dirjen Kemenhub sebelumnya, saya kebagian meresmikan. Saya tanya ke penumpang yang biasanya melalui stasiun ini, 11 dari 10 menyatakan terima kasih," katanya.