Tarif KRL Terbaru 1 April 2015

Stasiun Tenjo - Mulai 1 April 2015 pengaturan tarif kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek diubah. Sistem penetapan tarif yang semula berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati, pada April mendatang ditetapkan berdasarkan jarak kilometer (km) yang dilalui kereta.

Eva Chairunisa, Manajer Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) seperti dilansir dari Wartakota, hari Sabtu (28/2/2015) sore mengatakan, setiap 1 kilometer jarak yang dilalui penumpang dikenai tarif Rp 200,-

"Untuk KRL commuter line, ada pemberlakuan tarif minimum. Perhitungannya 1-25 Km pertama, kalau dihitungkan 25x200 jadi Rp 5000. Tetapi untuk commuter line ada subsidi Rp 3000 karena merupakan public service obligation (PSO)," kata Eva.

Apel Busuk, Part 20


"Pris, bangun pris"

Priscila tersentak. Naya memandanginya dengan heran.

"Kenapa?"

"Lu yang kenapa?" Naya balik bertanya.

"Sshh.." Priscila menarik nafas dalam-dalam. Untunglah, ternyata cuma mimpi.

"Emang lu mimpi apa sih?"

Priscila tidak menyahut. Mimpi tadi terlalu buruk untuk diceritakan. Ia melihat Nathan babak belur dihajar ayahnya karena mereka berdua berpelukan. Mirip kisah Siti Nurbayah saja.

"Lu kok bisa-bisanya ya ketiduran di kelas pak Een" ucap Naya menggeleng heran ketika mereka sudah berada di kantin.

"Hehehe.." Priscila hanya tersenyum malu.

"Eh, gue punya berita heboh nihh.."

"Apaan?" tanya Priscila penasaran.

"Lu lihat cowok disana gak?" ucap Naya dengan senyum misteriusnya. Tangan kananya menunjuk kearah seorang cowok yang sedang duduk di bangku taman.

"Kagak ah" sahut Priscila sambil sesekali menyeruput susu cokelat hangat dihadapanya.

Apel Busuk, Part 19


--Nathan's POV--

DRRRRRTTTT..

Raungan gahar lokomotif tua BB306-10 membahana di seantero stasiun Wijen. Seorang pegawai yang tidak lain adalah masinis KA lokal Banyubaru, tampak berdiri di kamar mesin memeriksa kesiapan dinas. Sedangkan dua orang temanya yaitu kondektur dan juru api alias asisten masinis, berjongkok dibawah lokomotif. Mereka mengamati rangka bawah lokomotif dengan seksama.

"Mau kemana lu?"

Nathan tidak menjawab. Ia bergegas melengos pergi. Pikiranya sedang kacau hari ini. Gara-gara KA  sialan yang ditumpanginya mogok, dia gagal menjemput Priscila di bandara. Sekarang dia harus kembali ke Sidopoto untuk berdinas. Benar-benar menyebalkan!