Kereta Api Di Masa Mendatang

Stasiun Tenjo - Pagi ini sama seperti pagi lainya. Fajar, embun, awan. Semuanya sama. Aku menyeruput perlahan kopi panas dihadapanku. Kopi panas yang sama. Sama seperti langit dan semua kesibukan stasiun di pagi hari yang terbentang dihadapanku. Barangkali bedanya hanya pagi ini endapan kopi masih nampak menggumpal di beberapa sudut gelas plastik yang melonyot menahan panas. Kuhirup dalam-dalam aroma kopi, sembari kembali melirik jam tangan butut warisan Kang Ujang, mantan pegawai juru rumah sinyal, yang terkenal keramahanya itu. Ya keramahan para pegawai stasiun kecil ditengah hutan Sumatera sana memang sangat membekas. Sebenarnya jam ini kubeli dari pria asli Sunda ini karena selalu melihatnya tiap kali Kang Ujang menyapa setiap kami yang melintas dari rumah sinyal. Jamnya selalu berganti warna, namun modelnya sama. Usut punya usut ternyata Kang Ujang punya toko arloji di bumi Parahyangan sana. Kuamati perlahan jarumnya yang bergerak seolah sangat lambat. Ya entah untuk yang keberapa kalinya. Kereta telat lagi.

Pengalaman Naik Gopar

Stasiun Tenjo - Pada tgl 23 September 2017, ts berkesempatan menikmati merdunya suara gongsol di bumi Parahyangan. Adapun perjalanan kali ini bebas foto karena ts tidak punya drone, dan kalau memaksakan foto tidak pake drone dikhawatirkan terkena insiden "tunjuk sebut".
Dan demi menghindari jargon "Argo masa ekonomi" maka ts pun mencoba naik eksekutif. Oh iya, ini eksekutif promoan. Iya promoan. Mohon maaf kalau ternyata promoan tidak termasuk kedalam azas "kontribusi". Semoga di lain waktu ts bisa naik dengan membayar tarif normal seperti lerpen resmi lainya.

Hilangnya Langsam

Spanduk Pemberitahuan. Foto: Railway.web.id
Stasiun Tenjo - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang baru pada 1 April 2017. Hal tersebut berdampak pada perubahan jadwal pemberangkatan  untuk stasiun Rangkasbitung - Tanah Abang menyusul adanya pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL).
 SM Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Suprapto mengatakan, mulai 1 april 2017 akan dibelakukan grafik perjalanan kereta api yang baru.  Dimana sejumlah jadwal kereta api akan mengalami perubahan dan penyesuaian. Salah satunya yg dilintas Rangkasbitung - Merak dan Rangkasbitung - Tanah Abang.

Sistem Terbuka Dan Sistem Tertutup Beserta Contohnya

SISTEM TERTUTUP
Pengertian dari sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).

Sistem tertutup yang telah kita ketahui merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungannya. Apapun lingkungan sekeliling itu, sistem tertutup itu tidak berubah. Jika lingkungan berubah, “batas” yang ada di antara sistem dengan lingkungannya mencegah sistem itu terpengaruh. Walaupun diragukan adanya sistem tertutup itu dalam kenyataan, konsep ini penting artinya. 

Stasiun Merak: Dari Merak Jaya Sampai Nyebrang Laut (Part 1)

Stasiun Merak. Foto: Egi Mardani
Stasiun Tenjo - Rekan-rekan pasti tahu stasiun satu ini. Stasiun Merak. Stasiun yang terletak di ujung barat pulau Jawa ini memang punya cerita sendiri. Mulai dari cerita lokomotif nyemplung ke laut hingga kapal feri yang menghubukan dua stasiun beda pulau. Semua cerita mengenai kejayaan kereta api zaman tersebut tetu masih lekang di ingatan beberapa orang. Dan saya akan mencoba membahas sejarah stasiun Merak disini. Ya walaupun tidak lengkap, tapi setidaknya bisa memuaskan rasa ingin tahu kita akan stasiun megah penuh kenangan ini. Akhir kata, selamat membaca!

(Review Film) The Burnt: Koki Yang Tidak Memuaskan

Stasiun Tenjo - Kali ini kami akan menghadirkan artikel review film. Review yang dituangkan disini merupakan hasil pendapat penulis secara pribadi, dan tidak ada unsur menjelekan atau mempromosikan. Jika jelek ya jelek, jika bagus ya bagus. Selebihnya jika menarik ya silahkan ditonton. Singkat kata, selamat menikmati sajian review dari kami!

Tarif KRL Naik Per Oktober 2016

Stasiun Tenjo - Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek mulai 1 Oktober 2016 akan mengalami penyesuaian sebesar Rp 1.000 untuk seluruh relasi. Penyesuaian ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 35 tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation / PSO).

Pertama Di Asia, Kereta Menggunakan LNG


Stasiun Tenjo PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna optimalisasi aset dan penggunaan gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG) untuk Kereta api. Sinergi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua perusahaan yang dilakukan pada 28 Agusuts 2015 lalu. Di mana kerja sama tersebut meliputi berbagai bidang, salah satunya program konversi penggunaan HSD menjadi LNG.Saat ini PT Pertamina (Persero) berhasil menciptakan Gas Alam Cair (Liquified Natural Gas/LNG) untuk Kereta Api dan pengembangan ini merupakan yang pertama di Asia.

Berhenti Di Perlintasan KA

Stasiun Tenjo - Perhatikan dimana anda berhenti ketika palang perlintasan menutup. Khususnya ketika anda di perlintasan KA stasiun Tenjo. Jadilah pengemudi cerdas!

4 Alasan Kenapa Harus Follow Twitter Dan Instagram Gue

Folbek folbek
  Stasiun Tenjo - Sebagai insan pengguna jasa perkeretapian, sudah barang tentu kita memiliki akun Twitter. Ya entah untuk tujuan bisnis, pertemenana, atau sekedar stalking mantan. Tsk.
Nah, sama seperti kamu wahai pembaca yang budiman, penulis blog ini pun punya akun Twitter dan Instagram juga. Namanya @imanuelsht. Pasti belum pada follow kan? Atau jangan-jangan baru denger pula? Hiks, kalian terlalu.
Coba dicek dulu deh, di-stalking dikit-dikit gitu timeline-nya, dijilat, terus dicelupin. Pasti kehidupan kamu akan lebih berwarna bagai pelangi sehabis hujan. Gimana? Udah dilihat?
Kalau udah, mungkin pertanyaan selanjutnya yang muncul dikepala adalah, "Kenapa gue harus mengotori list following gue dengan nge-follow akun ini?"
Oke, oke. Kalau begitu admin yang barokah dan rajin menabung walau kadang lupa menyiram bunga satu ini akan memberikan empat alasan buat kamu yang masih ragu dan bimbang untuk nge-follow.

Editan Lokomotif

Stasiun Tenjo - Lelah bekerja?  Bosan melihat livery lokomotif yang itu-itu saja? Mau bernostalgia ke zaman Perumka atau PJKA?
Kali ini blog kebanggaan warga Tenjo akan menyajikan gambar-gambar lokomotif yang diedit sebagus mungkin hingga mirip zaman Perumka dan PJKA dulu. Semua gambar adalah hasil editan dari admin blog ini. Tidak ada tujuan apapun selain untuk hiburan semata. Dilarang mengunggah ulang (re-upload) atau mengedit kembali gambar yang ada baik untuk tujuan komersial maupun tidak dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari kami. Selamat menikmati!

Keunikan Jalur Serpong, Parungpanjang, Dan Maja Dibandingkan Jalur Lain

Ilustrasi. Gambar istimewa: Imanuel Sihite
Stasiun Tenjo - Pernahkah ketika naik kereta di Green Line anda berfikir bahwa jumlah perjalanan kereta di jalur tersebut lebih jarang bila dibandingkan jalur lainya seperti Bogor atau Tangerang? Sebagai contoh jika anda naik KRL tujuan Parungpanjang dari Tanahabang pada peak hour, anda hanya akan menjumpai tidak lebih dari 10 kereta yang berjalan untuk arah sebaliknya. Sementara jika anda naik KRL tujuan Bogor atau Bekasi, anda akan berpapasan dengan lebih dari 10 kereta untuk rentang jarak 30 kilometer saja. Kenapa demikian?

Semuanya itu masih berhubungan dengan sistem persinyalan di jalur Green Line yang masih memakai sistem petak jalan. Sistem ini membuat setiap kereta harus menunggu kereta di depanya masuk petak atau stasiun berikutnya. Sebagai contoh, di stasiun Serpong ada dua kereta arah Jakarta. Kereta pertama adalah KA Kalimaya, dan yang kedua Patas Merak. Jika misalnya Kalimaya berangkat terlebih dahulu menuju Jakarta, maka kereta Patas Merak harus menunggu Kalimaya masuk stasiun berikutnya yaitu Cisauk sebelum diberangkatkan. Hal yang sama berlaku untuk sepanjang jalur Tanahabang-Maja. Jadi jangan heran jika ada dua pemberangkatan KRL dari Tanahabang menuju arah Maja, selisih waktu berangkat keduanya cukup longgar. Berbeda jauh dengan lintas lainya seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang yang sudah memakai sistem blok. Sistem blok memungkinkan dalam satu petak jalan diisi dua atau lebih kereta. Jadi dalam petak antara dua stasiun bisa ada banyak kereta yang menuju arah sama.

Peresmian "New" Stasiun Palmerah

 
Lokomotif pulang dipo melintas perlintasan jalan Pramuka, Jakarta Timur. Foto istimewa: Imanuel Sihite

Stasiun Tenjo - Menteri Perhubungan Ignasius Jhonan meresmikan Stasiun Palmerah dan Pengoperasian Jalur Ganda KA Lintas Duri-Tangerang. Sang Menteri Perhubungan dalam peresmian tersebut di Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin mengatakan, "Revitalisasi ini merupakan ide dari Dirjen Kemenhub sebelumnya, saya kebagian meresmikan. Saya tanya ke penumpang yang biasanya melalui stasiun ini, 11 dari 10 menyatakan terima kasih," katanya.

Tarif Terbaru KRL Berdasarkan Jarak Per 1 April 2015

Saldo minimal kartu THB Rp 10.000,- dan kartu multi trip serta kartu bank Rp 11.000,-.

Stasiun Tenjo - Sehubungan berlakunya Gapeka 2015, tarif baru juga diresmikan pihak PT. KCJ. Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Muhammad Fadhil, mengatakan, mekanisme tarif progresif berdasarkan kilometer ini akan menggantikan mekanisme perhitungan tarif progresif sebelumnya yang berdasarkan jumlah stasiun. "Dalam mekanisme baru ini, ditetapkan besaran tarifnya Rp 200 per km. Penumpang dikenakan minimum kilometer perjalanan yang akan dikenakan pada penghitungan untuk 1 sampai dengan 25 kilometer pertama sebesar Rp 2.000, dan Rp 1.000 untuk tiap 1 sampai dengan 10 kilometer berikutnya, dan berlaku kelipatan. Besaran tarif tersebut adalah tarif bersubsidi yang dibayarkan oleh penumpang," kata Fadhil di Kantor KCJ, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2015).

Tarif baru berdasrkan jarak tempuh ini sekaligus merubah saldo minimal yang terdapat di kartu multi trip dan kartu THB. Jika semula nilai saldo minimal adalah Rp. 7000,- maka sekarang saldo minimal nilainya menjadi Rp 10.000,- untuk kartu THB dan Rp. 11.000,- untuk kartu multi trip dan kartu bank. Seperti gambar diatas, pinalti untuk setiap  kartunya juga menjadi Rp. 10.000,-. Jadi pastikan kartu anda memiliki saldo minimal Rp 10.000,- untuk pengguna kartu THB dan Rp. 11.000,- untuk kartu multi trip dan bkartu bank sebelum tap-in di stasiun keberangkatan. Ketentuan saldo minimal dan tarif pinalti ini berlaku untuk semua jenis kartu bank seperti Flazz, E-money, Brizzi, Indomaret card, dan lain sebagainya.

Jadwal KRL Maja Line Per 1 April 2015


Stasiun Tenjo - Berhubung adanya pemberlakuan Gapeka 2015 per tanggal 1 April 2015, Admin Stasiun Tenjo akan merangkum informasi mengenai perubahan jadwal dan tarif KRL di lintas Maja-Tanah Abang. Jadwal yang ada merupakan jadwal resmi dan perlu diketahui jadwal disusun dengan anggapan double track telah aktif. Jadi, jangan merasa tertipu jika kereta berangkat atau tiba diluar waktu yang ditentukan. Karena fakta di lapangan, jalur sepanjang Parungpanjang hingga Maja masih single track. Untuk penomoran KA sengaja tidak admin tulis untuk mempermudah pembacaan informasi.

Perubahan Tarif Tiket Kereta Api Lokal

 
Spanduk Perubahan Tarif KA Lokal Di Stasiun Tenjo. Credit: Imanuel


 Stasiun Tenjo - Berhubung dengan adanya kebijakan baru mengenai subsidi PSO (Public Service Obligation), PT. Kereta Api Indonesia menerbitkan tarif terbaru untuk kereta lokal per 1 April 2015. Kebijakan ini berkaitan dengan penghematan anggaran PSO agar tidak putus sebelum tahun berakhir. Atau dalam bahasa sederhananya tarif naik karena subsidi dibagi-bagi agar cukup sampai tahun berakhir. Sebagai akibatnya semua kereta lokal mengalami kenaikan rata-rata hingga 200-500%. Hal ini juga berlaku untuk tarif seluruh kereta lokal lintas barat seperti Patas Merak dan Langsam. Dimana Patas Merak menjadi Rp 8 ribu dan Langsam naik dari Rp 2 ribu menjadi Rp 5 ribu. Namun ada kabar gembira juga seputar tarif kereta Kalimaya yang akan diberi diskon 35%. Relasi Tanahabang-Rangkasbitung yang semula Rp 15 ribu menjadi Rp 10 ribu rupiah saja. Promo ini berlaku hingga tanggal 31 Maret nanti.

Apel Busuk, Part 24





--Nathan's POV--

"Selagi kami memeriksa data ante-mortem, saudara bisa kembali lagi nanti" ucap pak Kasat Intel mempersilahkan Nathan pulang.

"Mmm.. Lihat-lihat dulu boleh gak pak?" pinta Nathan.

"Ini ruangan terlarang! Bukan tempat wisata, ngerti?"

"Sekarang saudara boleh keluar!" bentak pak Kasat emosi.

"Sabar-sabar pak, barangkali memang dia bisa membantu.." bujuk penyidik Yenni coba menenangkan suasana.

"Iya pak, tidak ada salahnya kan? Toh, ada kami yang menemani" dukung Bripda Edward.

"Ya sudahlah!' gerutu pak Kasat sambil ngeloyor pergi.

"Nah, sekarang apa yang ingin kau lihat?" tanya penyidik Yenni begitu pak Kasat meninggalkan gudang.

Nathan tidak menjawab. Ia sudah sibuk mengamati tiap sudut rongsokan truk malang dihadapanya.

"Itu!"

"Itu apa?" tanya Nathan menunjuk sebuah tas hitam yang teronggok diujung bak truk.

Apel Busuk, Part 23



--Nathan's POV--


Nathan memandang mata cokelat nan indah milik Priscila sekali lagi. Ia berharap bisa memeluk gadis itu walau hanya sesaat.

"Pris, tolong jangan akhiri semuanya ini.."

Priscila tidak menjawab. Ia menarik nafasnya dalam-dalam.

"Ka-kamu tuh udah jadi mimpi terbesar aku Pris.." sambung Nathan gugup. Seraya tanpa sadar mengelap telapak tanganya yang berkeringat ke seragam kumalnya 

"Ibuku pernah bilang mimpi itu harus diraih, dan aku selalu percaya kalau tidak ada mimpi yang terlalu besar dan pemimpi yang terlalu kecil.."

Apel Busuk, Part 22


 Nathan melangkahkan kakinya dengan gontai ke dalam lokomotif. Pertemuan singkat. Alunan cempreng pengamen jalanan mengiringi setiap getaran syahdu mesin lokomotif. Membawanya pulang ke asal. Kaca kotor kabin masinis yang memisahkan dirinya dengan gadis pujaan hatinya terlihat begitu kokoh saat ini. Begitu kokohnya hingga ia bisa merasakan ada aliran air mata yang menggenangi pelupuk matanya.

"Bye sayang.." gumam sang juru langsir penuh arti.

Priscila tidak menyahut. Suara kebisingan lokomotif yang hingga level 88dBA pasti membuatnya tidak mendengar apapun. Nathan melambai lemah dari balik kaca. Pertemuan ini lebih singkat dan menyakitkan dari perkiraanya. Ia tidak bisa berbuat banyak. Ia merasa berdosa. Priscila datang ke Sidopoto untuk menemuinya, sementara ia malah harus pergi meninggalkanya. Dan sialnya ending yang didapat gadis itu bukan happy ending seperti sinetron-sinetron di TV. Tidak. Gadis imut dan pintar itu harus merelakan getaran mesin lokomotif mengalahkan kerinduan hatinya. Suara desingan sang raksasa diesel bagai irama perpisahan yang menyayat hati.

Nathan menatap kosong kedepan. Sinyal jalan sudah mengangkat angkuh. Suara lantang peluit kepala stasiun yang dibalas kondektur pun sudah menjerit. Kini saatnya dia berangkat. Berangkat sebagai asisten masinis dan bukan juru langsir Wijen lagi. Ia hanya bisa tabah menjalani tugas negara yang entah sampai kapan akan memisahkanya dari Priscila.

Antara Cowhanger Dan Cowcatcher, Mana Yang Benar?

Cowcatcher merah CC206. Sumber: lihat watermark gambar
 Stasiun Tenjo - Kali ini admin tertarik membahas seputaran penyebutan bemper lokomotif yang terlanjur salah kaprah di kalangan railfans (penggemar kereta -red). Karena antara cowhanger dan cowcatcher sama-sama sering dipakai tanpa mengetahui arti dan kebenaran yang ada. Tapi sebelum membahas lebih jauh, mari kita mengenal terlebih dahulu penjelasan umum bemper lokomotif.

Fungsi bemper pada lokomotif sebenarnya sama saja dengan fungsi bemper truk-truk besar. Yaitu untuk melindungi kabin dari kerusakan hebat sewaktu terjadi tabrakan. Khusus untuk bemper lokomotif fungsinya juga untuk mendorong suatu benda cukup besar berada di jalan rel, terutama apabila ada hewan sehingga akan terlempar dan tidak masuk ke kolong lokomotif. Benda yang cukup besar bila terlindas roda dapat mengakibatkan lokomotif anjlok.

Lokomotif yang menarik rangkaian kereta api; rangkaian KRL atau rangkaian KRD yang berjalan diatas jalan rel harus bebas dari benda-benda atau bangunan di sekitar jalan rel. Bentuk bemper atau selanjutnya disebut penghalau hewan yang berlekuk dan sempit di bagian bawah adalah untuk menyesuaikan agar tidak menyentuh bangunan peron rendah atau peron medium atau bangunan instalasi lain seperti alat persinyalan. Lain halnya dengan peron tinggi di stasiun-stasiun besar dan stasiun di wilayah Jabodetabek, maka penghalau hewan tidak akan menyentuh peron di bagian bawah.